Pencarian Hari Keempat KMP Tunu Pratama: Tim Gunakan Sonar dan ROV di Selat Bali

Redaksi
Pencarian Hari Keempat KMP Tunu Pratama: Tim Gunakan Sonar dan ROV di Selat Bali
Dok. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno.

FaktaID.net – Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian korban kecelakaan laut yang melibatkan kapal KMP Tunu Pratama Jaya di rute Ketapang–Gilimanuk. Hingga Sabtu (5/7) pukul 16.00 WIB, upaya pencarian masih berlangsung intensif di berbagai titik, mencakup jalur laut, udara, hingga daratan.

Operasi pencarian di laut dilakukan di wilayah perairan Selat Bali, dari sisi utara hingga selatan, mencakup area dengan radius hingga 20 mil laut. Di saat bersamaan, tiga Search and Rescue Unit (SRU) udara menggelar pencarian dari arah utara ke selatan. Sementara itu, SRU darat melakukan penyisiran serta pengawasan menyusuri garis pantai wilayah Banyuwangi.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno, menyampaikan bahwa pencarian pada hari keempat dimulai sejak pagi. “Upaya pencarian di permukaan perairan yang dilakukan tim SAR gabungan pada hari keempat pencarian ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban di permukaan air.”

Baca Juga :  Prabowo Bahas Evaluasi BUMN dan Dukungan untuk Palestina di Istana Merdeka

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa pada malam harinya, dukungan teknis dari tim ahli terus berdatangan. “Pada malam pukul 19.00 WIB, tim ahli dari PUSHIDROSAL tiba dan akan langsung melaksanakan tugasnya. Kemudian pada pukul 20.00 WIB, KRI Fanildo akan tiba dan langsung bekerja melakukan pemindaian dengan menggunakan peralatan side scan sonar dan magneto meter.”

Pemindaian tersebut difokuskan pada lokasi terakhir kapal diketahui (LKP), yang berada di kedalaman antara 40 hingga 50 meter. Setelah proses pemindaian dengan dua perangkat itu, tim dari KRI Fanildo akan melanjutkan tahap berikutnya. “Langkah selanjutnya adalah tim KRI Fanildo menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk memverifikasi secara visual.”

Baca Juga :  Polri Usut Iklan Judi Online di Streaming Debat Pilgub Jabar

Data visual dan sensorik dari KRI Fanildo akan disandingkan dengan hasil pemantauan bawah laut yang sebelumnya dilakukan oleh Dinas Navigasi. Nantinya, semua informasi itu akan diolah secara kolaboratif oleh para ahli untuk menentukan posisi pasti kapal.

“Malam ini Kami akan terus ada di sini untuk menindaklanjuti hasil identifikasi bawah permukaan air yang telah dilakukan oleh Dinas Navigasi dan tim KRI Fanildo. Secara paralel, Kita sudah menyiapkan tim penyelam dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi ke depan, beberapa kemungkinan yang akan dilakukan,” terang Eko Suyatno.

Dalam konferensi pers di Kantor ASDP Ketapang, Eko juga membeberkan bahwa beberapa barang milik korban telah ditemukan oleh tim SAR di lokasi pencarian. Temuan tersebut nantinya akan dianalisis lebih lanjut oleh tim forensik dari Kepolisian.

Baca Juga :  Korlantas Polri Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Pemilik Lama Sepanjang 2026

Sampai berita ini ditayangkan, total 36 korban telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Dari jumlah tersebut, 30 orang dinyatakan selamat dan 6 lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Masih ada 29 orang korban yang belum ditemukan dan proses pencarian pun masih terus berlangsung. (DR)