BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

Redaksi
BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen
Dok. Ilustrasi/Foto: FaktaID.net)

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food melonjak menjadi 2,74 persen (mtm) dari bulan sebelumnya yang hanya 0,02 persen (mtm). Kenaikan tersebut terutama disumbang oleh harga cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah.

“Inflasi kelompok volatile food meningkat menjadi sebesar 2,74% (mtm), dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,02% (mtm), terutama disumbang oleh komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah dipengaruhi dampak gangguan cuaca, tingginya harga input produksi ternak, serta peningkatan permintaan pada Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru (HBKN Nataru),” ungkap BI.

Adapun inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 0,37 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,24 persen (mtm). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga bensin, tarif angkutan udara, serta tarif angkutan antarkota.

Baca Juga :  Menaker Terbitkan Surat Edaran Pemberian Bonus Hari Raya Pengemudi Ojol

“Inflasi administered prices tercatat sebesar 0,37% (mtm), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,24% (mtm), terutama disumbang oleh komoditas bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota seiring kenaikan harga BBM nonsubsidi dan peningkatan mobilitas masyarakat pada periode HBKN Nataru,” lanjut BI.

Secara tahunan, inflasi IHK 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran. Inflasi inti tercatat rendah sebesar 2,38 persen (yoy), seiring konsistensi kebijakan suku bunga, stabilitas nilai tukar rupiah, serta dampak positif digitalisasi.

“Inflasi inti terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),” tulis BI.

Baca Juga :  Istana Angkat Bicara Terkait Rencana Kenaikan PPN 12 Persen

Sementara itu, inflasi volatile food secara tahunan tercatat sebesar 6,21 persen (yoy) dan inflasi administered prices sebesar 1,93 persen (yoy), sejalan dengan terbatasnya penyesuaian harga yang diatur oleh pemerintah. (MS).