Iwan juga mengungkapkan keterbatasan stok MinyaKita yang diterima Perumda PPJ berdampak pada distribusi ke pedagang.
“Untuk stok di kami, kita bagi. Kalau ada lima pedagang, jadi cuma dua dus-dua dus. Karena kan harus cash pesannya. Kalau kita cuma dikirim 10 dus, distribusi ke pedagang ya dua dus-dua dus,” paparnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat menambah kuota MinyaKita untuk Perumda PPJ agar distribusi lebih merata dan harga bisa lebih terkendali.
“Harapan kita sih kuota kepada Perumda PPJ mungkin ditambah. Ketika kuota ditambah, kita bisa men-support pedagang lebih banyak. Dampaknya harga akan lebih stabil dan termonitor,” kata Iwan.
Selain MinyaKita, Perumda PPJ juga memantau harga komoditas pangan lainnya. Harga telur sempat menyentuh Rp31 ribu per kilogram dan kini berada di kisaran Rp30 ribu.
Cabai rawit merah berada di kisaran Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, rawit hijau Rp47 ribu hingga Rp48 ribu, cabai hijau besar Rp28 ribu, cabai merah keriting Rp40 ribu, serta cabai merah besar Rp28 ribu.
Untuk harga daging sapi, Iwan menyebut berada di kisaran Rp130 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram, tergantung jenis dan bagian daging.
“Harga daging memang beragam karena ada kualitas daging khas, seperti tenderloin, sirloin, sengkel, iga, dan tetelan. Jadi tergantung bagian badan sapi,” pungkasnya. (DR)




