Berita  

Koops TNI Pukul Mundur Kelompok Bersenjata di Nabire, Markas dan Logistik Dikuasai

Redaksi
Koops TNI Pukul Mundur Kelompok Bersenjata di Nabire, Markas dan Logistik Dikuasai
Dok. Koops TNI Pukul Mundur Kelompok Bersenjata di Nabire, Markas dan Logistik Dikuasai/Foto: Ist)

FaktaID.net – Patroli gabungan prajurit Koops TNI Papua berhasil memukul mundur kelompok bersenjata yang dipimpin Daniel Aibon Kogoya (Danyon Ndulamo Kodap III Ndugama) dalam operasi di wilayah Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire, Papua Tengah, pada Ahad (1/3).

Operasi patroli yang dimulai sejak pukul 10.00 WIT hingga malam hari tersebut berhasil menguasai area yang diduga menjadi basis pergerakan sekaligus tempat penyimpanan logistik kelompok bersenjata TPNPB OPM Kodap III Ndugama.

Kontak tembak terjadi saat tim patroli gabungan mendekati titik sasaran. Dalam peristiwa tersebut, kelompok bersenjata dilaporkan terpukul mundur dan meninggalkan sejumlah perlengkapan operasional di lokasi. Penguasaan wilayah oleh personel Koops TNI Papua membuat kelompok tersebut melarikan diri ke kawasan hutan di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Perbatasan Maros–Pangkep

Setelah menguasai area, tim patroli gabungan mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya ratusan butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen senjata laras panjang, lima unit alat komunikasi HT, 12 unit telepon genggam, uang tunai sebesar Rp79,7 juta, serta atribut dan perlengkapan lapangan milik kelompok bersenjata.

Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Tim Patroli gabungan Koops TNI Papua telah berhasil melakukan penyergapan terhadap kelompok TPNPB OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya (Danyon Ndulamo Kodap III Ndugama) dan menguasai markas OPM tersebut, serta mengamankan sejumlah barang bukti,” ucap Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Papua Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.

Baca Juga :  Operasi Militer Israel Lukai Personel UNIFIL Asal Indonesia, Pemerintah Desak Investigasi

Ia menambahkan, saat tim patroli mendekati lokasi sasaran, terjadi kontak tembak antara personel patroli dan kelompok OPM sehingga kelompok tersebut mundur dan melarikan diri ke hutan dengan meninggalkan perlengkapan di markas. Operasi tersebut disebut dilakukan secara profesional dan terukur.

Keberhasilan patroli gabungan Koops TNI Papua ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata TPNPB OPM di wilayah Nabire. Kehilangan basis operasi serta perlengkapan utama dinilai menunjukkan melemahnya kemampuan kelompok tersebut dalam menjalankan aktivitasnya. (DR)