Menurutnya, proses pengukuhan dan pergantian bendera menjadi bendera Indonesia direncanakan berlangsung pada 25 September. Presiden juga disebut berencana hadir untuk meresmikan kapal tersebut secara langsung.
“Dan tanggal 25 bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi Gajah Mada. Rencana Bapak Presiden akan ikut meresmikan, hadir di onboard di kapal induk Gajah Mada,” jelasnya.
Muhammad Ali menilai pemberian nama Gajah Mada memiliki makna kuat bagi semangat persatuan Indonesia. Kapal induk tersebut diharapkan menjadi simbol semangat menyatukan Nusantara serta memperkuat pertahanan dan kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dan nanti kapal induk itu juga dengan nama Gajah Mada akan memiliki semangat yang luar biasa untuk menyatukan Nusantara,” katanya.
Di sisi lain, TNI AL akan menyiapkan dan melatih pilot agar mampu melakukan pendaratan pesawat di atas kapal induk. Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam pengoperasian kapal.
“Namun memang pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk,” ujar Muhammad Ali.
Ia menegaskan, pengadaan dan pengoperasian kapal induk tersebut juga sejalan dengan semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Itu semangat persatuan kita dan menjaga kesatuan karena Bapak Presiden berpesan bahwa yang sangat berperan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI ini adalah TNI,” pungkasnya. (DR)




