“Indonesia juga kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” bunyi pernyataan itu.
Kemlu menyoroti bahwa insiden ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan Israel di wilayah Lebanon selatan.
Operasi militer yang berlanjut dinilai berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan membahayakan personel perdamaian PBB.
“Operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel, beresiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB,” jelasnya.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian merupakan hal yang tidak bisa ditawar.
“Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” tegas Kemlu. (DR)




