“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia menilai tindakan pembunuhan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hukum sekaligus pelanggaran hak asasi manusia.
“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” katanya.
Saat ini, proses persiapan evakuasi masih berlangsung dengan dukungan personel gabungan dan armada heli untuk menjangkau lokasi kejadian yang berada di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.
Pasca-kejadian tersebut, kondisi keamanan di Yahukimo dilaporkan masih rawan, namun tetap dalam pengendalian aparat. Koops TNI Habema juga meningkatkan patroli keamanan guna memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil di wilayah terdampak. (DR)




