“Kami ingin menghindari konflik di masyarakat, jadi pendekatannya adalah pendaftaran sukarela dari orang tua. Ini jauh lebih aman dan efektif,” kata Dedie.
Program ini akan dimulai dengan menyasar siswa tingkat SMA, dengan durasi pelatihan selama dua minggu. Dedie menyebutkan bahwa pihaknya masih akan mempertimbangkan kembali keterlibatan siswa dari jenjang SMP atau SD karena potensi dampak psikologis yang lebih besar.
“Untuk siswa SMP apalagi SD, kami pertimbangkan kembali karena dampak psikologisnya bisa lebih berat,” ujarnya.
Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Inf Dwi Agung Prihanto menambahkan, pelaksanaan kegiatan akan dibagi ke dalam dua sesi utama: pembelajaran formal dengan melibatkan guru, dan bimbingan serta pengasuhan yang dilaksanakan oleh pelatih dari Yonif 315.
“Bimbingan akan berjalan dari pagi hingga malam. Ini adalah pendidikan karakter berbasis kedisiplinan yang bertujuan membentuk mental positif dan tangguh bagi para remaja,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan bahwa saat ini barak Yonif 315 merupakan satu-satunya tempat yang siap digunakan di wilayah Kota Bogor. Namun, jika animo terhadap program ini meningkat, tidak menutup kemungkinan akan dibuka kerja sama dengan institusi militer lain seperti Pusdikzi.
Pemerintah Kota Bogor saat ini sedang merampungkan perhitungan teknis dan anggaran untuk pelaksanaan program. Direncanakan pelaksanaan pada pertengahan tahun 2025, dengan perkiraan pelaksanaan pertama pada bulan Juni atau Juli. (DR)






