Berita

Isu Reshuffle Kabinet, Siapa Yang Layak Dicopot Presiden Prabowo

Redaksi
×

Isu Reshuffle Kabinet, Siapa Yang Layak Dicopot Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Isu Reshuffle Kabinet, Siapa Yang Layak Dicopot Presiden Prabowo
Dok. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

FaktaID.net – Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali mencuat ke permukaan, menyusul sorotan tajam terhadap kinerja sejumlah menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuh bulan pasca dilantik, tekanan terhadap Presiden untuk segera melakukan reshuffle kian menguat, terutama dari kalangan akademisi, pengamat politik, hingga masyarakat sipil.

Menurut pengamat politik Rocky Gerung, reshuffle seharusnya tidak hanya menjadi ajang perombakan kosmetik, tetapi momentum menyuntikkan energi baru dalam kabinet. Ia menegaskan bahwa perombakan harus menjawab keresahan publik, bukan sekadar mengakomodasi kepentingan politik.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Putuskan Empat Pulau Sengketa Masuk Wilayah Aceh

Lebih jauh, reshuffle diharapkan menjadi penanda bahwa kesetiaan menteri bukan hanya pada partai politik, melainkan pada mandat rakyat. Menteri yang lebih sibuk membangun citra politik pribadi daripada melayani kepentingan publik, dinilai tak lagi layak dipertahankan.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengingatkan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden. Namun, kewenangan itu disertai tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan publik, merawat stabilitas politik, dan memastikan roda pemerintahan berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga :  KPK Telaah Laporan ICW dan KontraS soal Dugaan Pemerasan Oleh 43 Polisi

Di tengah dinamika ini, beredar kabar bahwa Menteri Koperasi, Budi Arie akan digantikan oleh Budi Satrio Djiwandono. Selain itu, Prasetyo Hadi disebut-sebut akan menyerahkan kursi Mensesneg kepada Sugiono, sementara posisi Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri kemungkinan akan kembali dijabat oleh Retno Marsudi.

Kini, semua mata tertuju pada langkah Presiden Prabowo. Masyarakat menanti bukan hanya evaluasi, tetapi tindakan nyata yang menegaskan bahwa Kabinet Merah Putih benar-benar merupakan tim solid yang fokus bekerja untuk rakyat, bukan sumber kontroversi. (DR)