Daerah

Polisi Amankan Wanita Bertato Yang Aniaya Bayi 6 Bulan, Videonya Dikirim ke Ibu Korban

Redaksi
×

Polisi Amankan Wanita Bertato Yang Aniaya Bayi 6 Bulan, Videonya Dikirim ke Ibu Korban

Sebarkan artikel ini
Polisi Amankan Wanita Bertato Yang Aniaya Bayi 6 Bulan, Videonya Dikirim ke Ibu Korban
Dok. Satreskrim Polresta Kendari Mengamankan Wanita Bertato Yang Aniaya Bayi 6 Bulan.

FaktaID.net – Seorang wanita bertato berinisial PD (25), warga Kota Kendari, diduga melakukan penganiayaan terhadap cucu kandungnya sendiri, seorang bayi laki-laki berusia 6 bulan berinisial PC. Mirisnya, aksi kekerasan tersebut direkam oleh pelaku dan dikirim langsung kepada ibu dari bayi malang itu.

Kepala Seksi Humas Polresta Kendari, Iptu Hariddin, mewakili Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Nirwan Fakaubun, mengungkapkan bahwa insiden ini terjadi pada Senin (21/4) sekitar pukul 17.00 WITA, di sebuah kamar kos yang terletak di Lorong Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.

Baca Juga :  Kejati Jabar Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Bekasi

Dalam video yang kini telah tersebar luas di media sosial, terlihat PD yang sedang dalam kondisi emosi tinggi membanting bayi tersebut ke atas kasur. Rekaman itu dibuat sendiri oleh pelaku menggunakan ponsel miliknya.

Diketahui bahwa bayi PC telah diasuh oleh PD sejak lahir karena ibunya, PA, memilih merantau tanpa memberikan bantuan keuangan. Kondisi inilah yang diduga memicu kemarahan pelaku.

Baca Juga :  Kejati NTT Tahan Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean Atas Dugaan Korupsi Aset Tanah

“Pelaku merasa terbebani karena harus mengurus cucunya seorang diri, tanpa dukungan dari orang tua kandung korban. Ia juga merasa marah setelah melihat gaya hidup mewah ibu korban di perantauan,” ungkap Iptu Hariddin, Selasa (22/4).

Dalam puncak emosinya, PD memasuki kamar tempat korban berada, menyiapkan kamera ponsel, lalu merekam dirinya saat membanting bayi tersebut ke kasur. Saat kejadian, bayi PC sedang digendong oleh adik pelaku berinisial I, yang kemudian dengan sigap menyelamatkan korban.