“Sekarang sudah penuh, tinggal sekitar 800 ribu ton, dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya. Berarti nanti bisa mencapai sekitar 6 juta ton,” jelasnya.
Untuk menjamin transparansi, pemerintah membuka akses verifikasi publik terhadap stok beras.
“Seluruh wartawan punya cabang di seluruh Indonesia. Silakan cek langsung ke gudang-gudang. Gudang dibuka kapan saja. Tidak mungkin berani mengatakan 5 juta ton kalau isinya 4 juta ton, karena konsekuensinya hukum,” ujarnya.
Nilai cadangan beras saat ini diperkirakan mencapai Rp55–Rp60 triliun, dengan tambahan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk penguatan stok. Capaian ini juga berdampak global, setelah sebelumnya Indonesia mengimpor hingga 7 juta ton pada 2023–2024.
“Alhamdulillah, kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi,” ujarnya. (DR)




