Dalam kesempatan tersebut, BI melalui Gubernur BI dan Menteri Keuangan juga mengapresiasi upaya IMF dalam meningkatkan efektivitas surveilans berbasis Integrated Policy Framework (IPF).
“Pengalaman Indonesia dalam menerapkan bauran kebijakan IPF terbukti bermanfaat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meredam dampak guncangan global,” tambah BI.
Tak hanya itu, BI juga mendorong penguatan jaring pengaman keuangan global, termasuk melalui kerja sama dengan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) dan reformasi kuota IMF agar kapasitas keuangan lembaga tersebut semakin kuat.
Pertemuan G20 juga menghasilkan kesepakatan untuk terus memperkuat kerja sama dalam merespons isu global, seperti dampak tarif AS terhadap ekonomi dunia, reformasi Multilateral Development Bank (MDB), dan upaya mendorong pertumbuhan di negara-negara berkembang, termasuk Afrika.
Sementara itu, dalam pertemuan IMF, para peserta sepakat terhadap Global Policy Agenda yang mencakup tiga kebijakan utama untuk menjaga stabilitas global.
Pertama, menyelesaikan ketegangan perdagangan melalui kesepakatan antarnegara besar. Kedua, memperkuat stabilitas dengan kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati. Ketiga, mendorong pertumbuhan jangka panjang melalui reformasi struktural dan integrasi ekonomi.
Hasil pertemuan tersebut dirangkum dalam IMFC Chair’s Statement yang mencakup tinjauan ekonomi global terkini dan respons kebijakan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan yang ada. (DR)




