1. Drajat (L, 60)
2. Siti Maryam (P, 35)
3. Ahyar Fauzi (L, 9)
4. Mondi (L, 9)
Bencana ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah, di antaranya 150 rumah rusak ringan, 110 rumah rusak sedang, dan 95 rumah rusak berat. Selain itu, terdapat kerusakan pada tiga jembatan rusak sedang, tiga jembatan rusak berat, satu fasilitas kesehatan, serta 27 titik jalan dan 16 jembatan lainnya yang terdampak.
Sebagai upaya percepatan penanganan bencana, Dinas PUPR telah menurunkan alat berat untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan. Sementara itu, kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, matras, alat kebersihan, dan hygiene kit masih sangat dibutuhkan oleh para pengungsi, terutama mereka yang mengungsi secara mandiri.
Saat ini, kondisi banjir di wilayah terdampak telah dinyatakan surut total. Namun, ancaman tanah longsor masih tinggi di beberapa wilayah. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan masa tanggap darurat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Palabuhanratu, Kecamatan Simpenan, dan Kecamatan Lengkong.
BPBD Kabupaten Sukabumi bersama Basarnas, TNI, Polri, dan berbagai pihak terkait terus berupaya melakukan evakuasi dan penanganan pascabencana. BNPB juga masih melakukan pendampingan guna mempercepat proses pemulihan bagi warga terdampak.




