Petugas bersama unsur terkait juga mendirikan tenda pengungsian di kawasan Kebon Kosong sebagai tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
“Kita juga memasang tenda pengungsian di lokasi Kebon Kosong untuk warga terdampak agar bisa mendapatkan tempat penampungan sementara,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara, sekitar 300 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa terdampak dalam musibah tersebut. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka. Dua korban, yakni Puput dan Dika, menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran, sedangkan Suparno dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sementara itu, Darni selaku pengurus RW 04 yang menjadi saksi kejadian menyebutkan api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dari dua rumah warga yang berada di belakang kediamannya. Warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan tiga alat pemadam api ringan (APAR) milik sekretariat RW, namun kobaran api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Untuk menjinakkan api dan melakukan proses pendinginan, lebih dari 25 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian. (DR)




