Daerah  

Kejati Kaltim Sita Lagi Rp699 Miliar dari Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi untuk Tambang Batu Bara

Redaksi
Kejati Kaltim Sita Lagi Rp699 Miliar dari Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi untuk Tambang Batu Bara
Dok. Konferensi Pers Penyitaan Rp699 Miliar Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi untuk Tambang Batu Bara/Foto: Penkum Kejati Kaltim)

FaktaID.net – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur kembali menyita uang senilai sekitar Rp699 miliar dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemanfaatan lahan transmigrasi untuk aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltim, Gusti Hamdani, mengatakan uang tersebut merupakan titipan pengembalian kerugian negara yang diterima hingga perkara memasuki tahap penuntutan.

Baca Juga :  Junjung Toleransi dan Keamanan, Warga Cipta Graha Sampaikan Fakta Ini

“Hingga tahap penuntutan, kami menerima uang titipan pemulihan kerugian negara mencapai Rp699.704.988.362,” kata Gusti Hamdani, Rabu (8/7/2026).

Perkara ini menjerat tujuh terdakwa, terdiri atas empat mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Kartanegara, yakni HM, BH, HA, dan AD. Selain itu, tiga pimpinan perusahaan swasta dari PT JMB Group, yaitu BT, GT, dan DA, juga turut menjadi terdakwa.

Baca Juga :  Kejari Sungai Penuh Tahan Dua Tersangka Dugaan Penyelewengan Dana Operasional Damkar

Kasus tersebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan batu bara secara ilegal di atas lahan transmigrasi yang berlangsung pada periode 2007 hingga 2012.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), praktik penambangan ilegal tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp6,858 triliun.