“Apabila tidak ada perubahan skenario atau eskalasi konflik menurun dan hal itu menjamin keselamatan warga negara Indonesia yang berangkat haji, maka pada tanggal 22 April akan menjadi keberangkatan kloter pertama. Namun, arahan Presiden jelas, semua kondisi dan semua skenario harus disiapkan,” tandasnya.
Selain mempersiapkan berbagai skenario, pemerintah juga terus melakukan koordinasi intensif lintas kementerian dan lembaga guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
“Kami juga akan membahas berbagai skenario dengan DPR apabila konflik menunjukkan tanda-tanda yang dapat membahayakan jemaah haji kita,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan bahwa sejumlah opsi telah disiapkan pemerintah, mulai dari penentuan rute penerbangan yang dinilai lebih aman hingga kemungkinan penundaan keberangkatan jika situasi keamanan dinilai berisiko bagi jemaah.
“Misalnya jika situasi membahayakan keselamatan, maka skenario penundaan bisa saja muncul. Apabila keselamatan warga negara kita terancam, kami akan membicarakannya dengan DPR dan menyesuaikan dengan arahan Presiden,” sambungnya. (DR).




