“Saya melihat langsung bagaimana teman-teman sudah mendirikan posko-posko pengaduan, posko operasi penyelamatan, ini yang kami utamakan dalam peristiwa ini,” bebernya.
Terkait penyebab insiden, Rudi menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Berdasarkan laporan awal yang diterimanya, kondisi di dalam lubang tambang masih mengandung asap dengan kandungan karbon monoksida (CO), namun disebut masih berada dalam ambang batas aman.
“Kita penyebabnya situasi di dalam yang dapat diinformasikan kepada saya, bahwa masih ada asap yang mengandung CO dan itu masih di ambang batas aman,” ucapnya.
Sebelumnya, aparat gabungan telah mengevakuasi lima korban meninggal dunia sejak Minggu (18/1). Polisi juga membuka posko orang hilang guna memudahkan proses pendataan serta laporan dari pihak keluarga korban.
Dalam prosesnya, evakuasi sempat mengalami kendala akibat asap yang terus keluar dari dalam lubang tambang. Hingga kini, sumber dan penyebab pasti munculnya asap tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. (DR)




