Prof Niam juga meminta masyarakat melihat persoalan tersebut dari sisi teknis pemerintahan. Ia menyebut mekanisme pengadaan sapi kurban melalui Banpres pada prinsipnya serupa dengan penyaluran bantuan sosial kepada warga.
“Secara teknis sebenarnya kita juga bisa memahami. Sebagaimana anggaran negara melalui Banpres diberikan sembako, kemudian didistribusikan untuk masyarakat, dan ini tentu tidak ada isu,” kata Prof Niam.
Ketua Umum Majelis Alumni IPNU itu menegaskan tidak ada penyalahgunaan anggaran dalam program tersebut.
“Presiden melalui Banpres kemudian membeli sapi, sapi didistribusikan untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih melihat manfaat kebijakan tersebut bagi umat, terutama dalam momentum Iduladha yang dinilai tepat untuk menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat.
“Dan momentumnya adalah momentum Idul Adha, tentu ini akan menambah semarak syiar Idul Adha. Jadi saya kira secara keagamaan tidak ada isu, dan secara teknis ini sesuatu yang justru kontekstual,” pungkasnya. (DR)




