FaktaID.net – Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali akhirnya berhasil ditemukan. Direktur Polairud Polda Jawa Timur, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, menyampaikan perkembangan penting ini dalam keterangannya pada Ahad (13/7).
Menurut Arman, citra visual menunjukkan badan kapal dalam posisi terbalik. “Berdasarkan pewarnaan dan dimensi dipastikan itu KMP Tunu Pratama Jaya yang dalam posisi terbalik,” ungkapnya.
Penemuan posisi kapal didasarkan pada pencitraan bawah laut menggunakan teknologi Multibeam Echosounder dan Side Scan Sonar. Hasil pemetaan menunjukkan bangkai kapal berada di kedalaman antara 47,12 hingga 50 meter, berjarak sekitar 3,9 kilometer dari lokasi kecelakaan pertama kali terjadi.
Untuk melengkapi proses identifikasi dan pencarian korban, tim SAR gabungan juga menerjunkan ROV (Remote Operated Vehicle) guna mendapatkan video kondisi terkini dari kapal yang tenggelam.
“Sekaligus untuk mengetahui terkait kemungkinan korban masih ada yang terperangkap, sehingga tim bisa melakukan evakuasi terhadap korban,” tambah Arman.
Ia menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari proses investigasi ilmiah. Tim penyelidik kini juga tengah menghimpun data visual serta sonar, sembari memeriksa 54 orang saksi, terdiri dari penumpang dan anak buah kapal yang berhasil selamat.
“Pengumpulan data dan memeriksa saksi ini merupakan tahapan dalam proses penyelidikan,” jelasnya lebih lanjut.
Setelah pengambilan data dari ROV selesai dianalisis, tim akan menjalankan prosedur hot tapping system, sebuah teknik untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di lambung kapal sekaligus memastikan kapal tidak berpindah karena arus bawah laut.
Tahap selanjutnya, setelah semua data dikumpulkan, adalah proses pengangkatan bangkai kapal. Arman menyatakan bahwa operasi ini bisa dilakukan dengan dua metode.
“Nantinya, setelah seluruh data pencitraan telah terkumpul secara lengkap, tim SAR gabungan akan melakukan pengangkatan bangkai kapal menggunakan dua metode, bisa dengan ditarik dengan kapal atau bisa menggunakan robot,” pungkasnya. (DR)




