Boleh saja percaya diri berlagak pemilik kuasa intelektual dengan Percaya Diri (PD tinggi), sementara Indeks Prestasinya (IP) rendah tetapi hidup manunggaling kawulo gusti. Perilaku yang memalukan karena negeri ini bukan monarki, juga bukan oligarky, yang kekuasaan hanya berpusat pada raja dan sekelompok orang. Negeri ini REPUBLIK INDONESIA, negeri milik bersama di mana kekuasaan berpusat pada rakyat Indonesia dan kami yang mengelola hanya diberi kedaulatan oleh rakyat ( Summa Potestas, sive summum, sive imperium dominium). Karena itu esensi dari negara demokrasi maka satu-satunya cara untuk memperbaiki bangsa ini adalah distribusi keadilan (distribution of justice), melalui distribusi kekuasaan ( distribution of power) dan distribusi pembangunan ( distribution of development) di seluruh Indonesia. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh Prabowo Subianto, pemimpin yang dipilih secara rasional dan masyarakat Madani dan 96 juta rakyat yang memilihnya.
Pengamat saat ini hanya menjadi gerombolan orang yang secara kolektif mengabaikan, menutupi, atau menyerang fakta-fakta tersebut. Mereka adalah gerombolan manusia yang ramai-ramai membunuh kebenaran.
Ramai-ramai membunuh kebenaran adalah ungkapan filosofis, yang menggambarkan fenomena post-truth, di mana kebenaran objektif kalah oleh emosi dan keyakinan pribadi yang didorong secara masif oleh banyak orang, sehingga orang yang mencoba jujur justru sering kali dikucilkan atau diserang. Namun Kami tidak menyerah dan tidak akan kalah!
Natalius Pigai : Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.




