“Kalau kelamaan dikhawatirkan hilang tersangka atau bukti-bukti. Jadi Segera Tetapkan Tetsangka” tegasnya.
Kondisi serupa juga terjadi pada dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang disebut ikut diusut KPK. Yenti mempertanyakan mengapa perkara tersebut belum segera diperjelas kepada masyarakat.
“Dan terbaru adalah diusut juga dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa, dan ini juga enggak ada orang yang diduga menjadi tersangka. Ini harus segera,” ujarnya.
Yenti mengingatkan, terlalu lama membiarkan kasus tanpa kepastian justru dapat menjadi bumerang bagi KPK. Alih-alih membuat masyarakat percaya terhadap proses hukum, ketidakjelasan justru dapat memunculkan dugaan dan prasangka.
“Jadi jangan sampai kebiasaan menunda-nunda membuat masyarakat semakin curiga bahwa KPK sedang merekayasa, mengada-ngada, atau memilah-milah,” katanya.
Ia menegaskan, KPK harus segera menjelaskan perkara tersebut secara terbuka. Sebab, jika informasi dibiarkan menggantung, masyarakat akan mengisi kekosongan informasi itu dengan berbagai asumsi.
“Karena di satu sisi, orang-orang yang diduga terlibat korupsi seperti dimain-mainkan, dan di sisi lain masyarakat akan kehilangan kepercayaan kepada KPK. Jadi ini harus segera diperjelas,” tegas Yenti.
Menurutnya, jangan sampai ketika KPK akhirnya memberikan penjelasan, publik sudah telanjur memiliki persepsi sendiri akibat terlalu lama menunggu.
“Nanti ketika KPK menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan masyarakat, ini karena dibiarkan terlalu lama, sehingga mengira-ngira sendiri masyarakatnya,” pungkasnya. (DR)




