FaktaID.net – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa positif sepanjang pekan ini. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawali pekan dengan menggelar dialog strategis bertajuk “Soliditas dan Sinergi Pemangku Kepentingan Pasar Modal”, Senin (3/3).
Acara ini bertujuan untuk membahas tantangan serta peluang di pasar modal, sekaligus merumuskan inisiatif bersama untuk memperkuat perekonomian nasional.
Pada Rabu (5/3), perdagangan BEI dibuka oleh PT Bahana TCW Investment Management dalam rangka pencatatan Reksa Dana Indeks Bahana ETF PEFINDO I-Grade (XPIN). Produk Exchange-Traded Fund (ETF) ini menggunakan indeks acuan PEFINDO i-Grade dan menjadi ETF kedua yang tercatat di BEI sepanjang 2025.
Dari sisi perdagangan saham, data BEI periode 3—7 Maret 2025 menunjukkan tren positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan signifikan sebesar 5,83%, dari level 6.270,597 pada pekan lalu menjadi 6.636,000. Kapitalisasi pasar juga meningkat 5,24% menjadi Rp11.450 triliun dibandingkan Rp10.880 triliun pada sepekan sebelumnya.
Namun, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan 4,03% menjadi Rp13,14 triliun dari Rp13,69 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga turun 6,14%, dengan jumlah transaksi sebanyak 1,10 juta kali dibandingkan 1,18 juta kali pekan lalu.
Begitu pula dengan rata-rata volume transaksi harian yang berkurang 11,07% menjadi 19,88 miliar lembar saham dari 22,36 miliar lembar saham.
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp791,51 miliar pada hari ini. Sepanjang tahun 2025, total nilai jual bersih investor asing mencapai Rp22,35 triliun. (*/DR)




