FaktaID.net – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah yang lebih optimal serta responsif terhadap dinamika global.
Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, Menteri Kelautan dan Perikanan, Direktur Utama Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, serta RNI yang berlangsung di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4).
Menurut Titiek Soeharto, penguatan ketahanan pangan nasional harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut mencakup Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pangan Nasional, hingga BUMN pangan yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dalam negeri.
“Komisi IV DPR RI meminta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah serta memastikan stabilisasi pasokan dan harga pangan di tengah dinamika global dan perubahan iklim,” ujar Titiek Soeharto.
Politikus Fraksi Partai Gerindra itu menilai, penguatan cadangan pangan merupakan langkah krusial untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan, baik akibat krisis global, perubahan iklim, maupun kendala distribusi di dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, optimalisasi peran Perum Bulog dan ID Food sebagai BUMN Holding Pangan dinilai sangat strategis untuk menjaga ketersediaan stok pangan nasional.
Selain itu, Komisi IV DPR RI juga mendorong peningkatan produksi pangan dalam negeri guna memperkokoh ketahanan pangan nasional. Upaya tersebut meliputi penyediaan benih unggul, ketersediaan pupuk, penguatan jaringan irigasi, serta dukungan alat dan mesin pertanian, baik pada tahap prapanen maupun pascapanen.
Komisi IV turut mengapresiasi kinerja Perum Bulog dan BUMN Holding Pangan yang dinilai telah berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.
“Upaya menjaga ketahanan pangan harus dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, hingga stabilisasi distribusi dan harga pangan,” pungkasnya. (DR)






