Sementara itu, golok ditemukan setelah polisi mencurigai dan memeriksa sebuah ambulans yang melintas.
“Terkait golok ditemukan pada saat ada ambulans melintas, dicurigai digeledah, ternyata ada ambulans di sebelah kursi dari pengemudi ambulans. Nah, tujuannya apa membawa golok menggunakan ambulans,” kata Bhudi.
Polisi mengimbau peserta aksi dan masyarakat tidak membawa benda berbahaya saat menyampaikan pendapat.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, seluruh peserta aksi, barang-barang berbahaya, barang-barang benda tajam ini tidak boleh dibawa pada saat melaksanakan aksi,” tegasnya.
“Kita sama-sama membuat suasana penyampaian pendapat ini tertib, aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain itu, polisi menangani mahasiswa berinisial AF yang sempat pingsan. AF mendapat pertolongan medis dari tim gabungan TNI dan Biddokkes Polda Metro Jaya.
“Tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap ada satu mahasiswa yang tadi pingsan dengan inisial AF, ini sudah diberikan bantuan medis oleh gabungan dari tim TNI dan Biddokkes Polda Metro Jaya,” jelas Bhudi.
AF kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bunda Asih menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.
“Yang bersangkutan juga dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bunda Asih, alhamdulillah kondisinya juga sudah sadar,” pungkasnya. (DR)




