“Yang pertama tentunya saya merasa bangga Presiden kita selama kurang lebih 10 tahun terakhir akhirnya bisa berkunjung ke New York dan menyampaikan aspirasi warga Indonesia secara general,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Yang kedua adalah ia berharap semoga ajang ini menjadi momen bukan hanya sekedar partisipasi, tapi juga bisa menjadikan wadah aspirasi bagi diaspora-diaspora yang ada di Amerika Serikat.”
Hal senada disampaikan Dimas, mahasiswa New York University. Ia menilai kehadiran Indonesia di forum dunia menjadi momen membanggakan.
“Bangga sih, karena kan denger-denger juga kita urutan ketiga kan. Kita bisa berbicara di depan negara-negara yang penting lainnya, sebagai mahasiswa saya bangga sih,” ucapnya.
Sementara itu, Felice Nathania Pudya, mahasiswa Columbia University, menyebut partisipasi Presiden Prabowo dalam Sidang Majelis Umum (SMU) ke-80 PBB sebagai kehormatan besar bagi Indonesia.
“Dari mahasiswa, kami sungguh berterima kasih atas kehadiran Pak Prabowo di New York. Dan kami juga menantikan pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB. Dan kami selalu mendukung apa pun yang dapat memajukan Indonesia,” tutur Felice. (DR)






