“Kita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi. Saya ucapkan terima kasih ke semua unsur,” ucapnya.
Untuk menghadapi karhutla, Prabowo meminta pemerintah memperkuat pola antisipatif dengan memastikan ketersediaan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, hingga ekskavator di wilayah rawan.
“Saya minta pemikiran kita, dalam perencanaan kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Sesneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas. Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,” jelasnya.
Prabowo juga meminta penyusunan master plan mitigasi secara menyeluruh, termasuk pemanfaatan kapal induk untuk operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone untuk pemadaman dari udara.
“Jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan,” tegas Presiden.
Terkait gempa Flores, Presiden meminta kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan. Ia meminta laporan berjenjang dari Kemendagri, BNPB, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Rapat tersebut menegaskan kebijakan pemerintah untuk memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan, dan mengerahkan seluruh kekuatan negara dalam menghadapi ancaman bencana sebelum kejadian berlangsung. (DR)




