Wamendag Roro juga menyinggung hasil Retret Menteri Ekonomi ASEAN di Johor, Malaysia (28/2), di mana Indonesia mengusulkan penyusunan non-paper untuk menegaskan pentingnya sentralitas ASEAN dalam menghadapi tantangan perdagangan global. Hal ini kembali ditegaskan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam pertemuan virtual ASEAN pada 10 April 2025.
“Hal tersebut diharapkan memberikan dorongan bagi negara-negara ASEAN untuk berunding dengan AS guna meningkatkan perdagangan dan investasi di masa mendatang. Hingga saat ini, sebagian besar negara ASEAN memilih untuk fokus pada jalur negosiasi,” ungkap Wamendag Roro.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ASEAN merupakan pasar ekspor terbesar kelima bagi produk pertanian AS, dengan nilai perdagangan mencapai USD 306 miliar pada 2024. Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 14,34 miliar terhadap AS.
Untuk memperluas pasar, Pemerintah Indonesia tengah mempercepat penyelesaian lima perjanjian perdagangan bebas (FTA), yakni ICA–CEPA, Indonesia–Peru CEPA, Indonesia–EU CEPA, Indonesia–Iran PTA, dan amandemen protokol IJ–EPA.
Diversifikasi ini, menurut Wamendag Roro, bukan hanya respons terhadap kebijakan AS, tetapi bagian dari strategi jangka panjang. Indonesia juga berencana menghidupkan kembali forum kerja sama bilateral melalui Trade and Investment Framework Agreement (TIFA), yang terakhir digelar pada 2018.
Turut memberikan pidato kunci dalam forum ini adalah Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno. Sejumlah panelis juga hadir, termasuk Danny Quah dari NUS, Shiro Armstrong dari ANU, dan Donna Priadi dari AmCham Indonesia. Diskusi dipandu oleh Direktur Eksekutif CSIS Indonesia Yose Rizal Damuri.
Wamenlu Arif Havas menyoroti pentingnya memperkuat perdagangan intra-ASEAN dan mendorong kemandirian regional, sejalan dengan pandangan para panelis yang menekankan perlunya persatuan ASEAN dalam menghadapi tantangan global. Pendekatan diplomatik Indonesia juga mendapat apresiasi dari panelis sebagai langkah bijak dalam menciptakan solusi bersama dengan AS. (MS)




