Daerah  

TNI Bubarkan Aksi Pembawa Bendera GAM di Lhokseumawe, Pria Bersenjata Api Diamankan

Redaksi
TNI Bubarkan Aksi Pembawa Bendera GAM di Lhokseumawe, Pria Bersenjata Api Diamankan
Dok. Pengamanan Pria Bersenjata Di Lhokseumawe, Aceh/Foto :: st)

FaktaID.net – Prajurit TNI Angkatan Darat dari Korem 011/Lilawangsa membubarkan aksi sekelompok warga yang membawa atribut menyerupai bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/12). Dalam penindakan tersebut, aparat TNI turut mengamankan seorang pria yang kedapatan membawa senjata api jenis pistol serta senjata tajam berupa rencong.

Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menjelaskan bahwa aksi tersebut terjadi di jalan nasional lintas Banda Aceh–Medan, tepatnya di Simpang Kandang, Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua. Aksi dilakukan di jalur utama yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi, sehingga sempat menyebabkan terganggunya arus kendaraan yang melintas.

Baca Juga :  Kejati Kaltim Kembali Sita Rp57,45 Miliar dari Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi Kukar

“Saat ini, TNI telah membubarkan kelompok pembawa bendera GAM yang melakukan aksi di tengah jalan. Dalam kegiatan tersebut, seorang pria yang membawa senjata api jenis pistol dan senjata tajam rencong berhasil diamankan,” ujar Kolonel Inf Ali Imran kepada wartawan di Lhokseumawe, dikutip Jumat (26/12).

Pembubaran aksi dipimpin langsung oleh Danrem 011/Lilawangsa bersama jajaran prajurit TNI setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. Meski situasi sempat menegang, langkah cepat dan profesional aparat berhasil mengendalikan keadaan sehingga tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih luas.

Baca Juga :  Tragedi Asap Maut Tambang Antam Bogor, Satgas PKH Diminta Turun Tangan

Kolonel Inf Ali Imran menegaskan bahwa dalam penanganan tersebut, prajurit TNI mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Dialog dan komunikasi yang tegas namun santun dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada massa bahwa aksi yang digelar bertentangan dengan hukum serta berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Setelah dilakukan pendekatan, massa secara sukarela menyerahkan spanduk serta kain umbul-umbul yang menyerupai bendera GAM. Kelompok tersebut kemudian membubarkan diri dan meninggalkan lokasi, sementara situasi di sekitar tempat kejadian kembali kondusif. (DR)