Menanggapi isu yang beredar bahwa korban adalah prajurit TNI, Kapuspen TNI menepis keras kabar tersebut.
“Itu adalah hoaks. Tidak ada prajurit TNI yang gugur dalam kejadian ini. Informasi itu adalah propaganda dari OPM untuk membenarkan aksi keji mereka,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa OPM kerap memanipulasi informasi untuk menciptakan narasi yang menyesatkan.
Sebelumnya, di Distrik Anggruk, Yahukimo, kelompok tersebut juga membunuh dan menganiaya guru serta tenaga kesehatan dengan dalih mereka adalah prajurit TNI, padahal para korban adalah warga sipil yang mengabdi di daerah pedalaman.
TNI juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengejar, mencari pelaku kejahatan kemanusiaan ini, dan memastikan keamanan masyarakat di wilayah tersebut.
“TNI akan selalu hadir bersama rakyat menjaga stabilitas dan keamanan nasional. Tidak ada tempat bagi kekerasan terhadap warga sipil di negeri ini,” pungkas Kapuspen TNI. (DR)




