“TNI mengedepankan pendekatan teritorial yang humanis dalam menjalankan sebagaimana diatur dalam Inpres RI No. 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua, dimana tugas dan kehadiran personel TNI di Papua tidak hanya bersifat militeristik, tetapi juga sosial dan kemasyarakatan,” ujarnya.
Nekison Enumbi sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Puncak Jaya atas keterlibatannya dalam berbagai aksi kekerasan.
Ia diduga sebagai dalang di balik sejumlah insiden penembakan terhadap aparat keamanan maupun warga sipil, serta berbagai aksi teror yang menciptakan ketegangan di wilayah Puncak Jaya.
Selain aksi bersenjata, kelompok OPM juga terindikasi aktif menyebarkan propaganda dan informasi palsu melalui media sosial menggunakan akun seperti “OPM-TPNPB” dan “Papua Merdeka Channel”, yang dinilai berpotensi memecah belah masyarakat dan menghambat proses pembangunan.
Letkol Iwan pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. TNI bersama aparat lainnya akan terus hadir menjaga keamanan dan melindungi seluruh warga,” tutupnya.
Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi dalam pernyataannya menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menciptakan rasa aman bagi seluruh rakyat Papua.
“TNI tetap mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan profesional dalam setiap kegiatan, serta berkomitmen untuk melindungi hak hidup damai seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Papua. TNI tetap akan menerima dengan tangan terbuka jika anggota OPM ada yang menyadari kesalahannya dan berniat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ungkap Kapuspen TNI di Jakarta Kamis (15/5). (DR).




