Daerah  

Wadanyon OPM Kodap 35 Diamankan TNI di Bandara Dekai, Diduga Hendak Beli Senjata Api

Redaksi
Wadanyon OPM Kodap 35 Diamankan TNI di Bandara Dekai, Diduga Hendak Beli Senjata Api
Dok. Pengamanan Wadanyon Kodap 35 di Bandara Dekai, Yahukimo.

FaktaID.net – Personel TNI mengamankan Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) OPM Kodap 35 Bintang Timur, Abdon Kisamdu, setibanya di Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Sabtu (19/9).

Abdon Kisamdu tiba di Bandara Nop Goliat menggunakan pesawat Trigana Air dengan nomor penerbangan PK-YSC. Ia kemudian diamankan oleh personel Yonif 462 Pasgat bersama Satgas Mandala Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III.

Setelah diamankan, Abdon dibawa untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman guna mengetahui aktivitas serta tujuan kedatangannya di wilayah Yahukimo.

Baca Juga :  Pangdam Jaya Pimpin Groundbreaking Jembatan Garuda dan Program Gentengisasi Rumah di Tangerang

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, Abdon mengaku datang ke Dekai dengan tujuan melakukan transaksi pembelian sejumlah senjata api.

“Kepada personel TNI, Abdon Kisamdu mengaku tujuannya ke Dekai, Yahukumo, untuk melakukan transaksi pembelian sejumlah senjata api dari seseorang di daerah Kali Seng Yahukumo,” ujarnya.

Dalam proses pemeriksaan, personel TNI juga menemukan percakapan pada gawai milik Abdon yang diduga berkaitan dengan rencana transaksi senjata api tersebut.

Baca Juga :  Polda Jabar Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

Temuan itu kemudian didalami lebih lanjut untuk memperoleh informasi mengenai rencana maupun aktivitas Abdon selama berada di wilayah Yahukumo.

Sementara itu, Kapuspen TNI menegaskan bahwa TNI akan terus meningkatkan pengamanan di wilayah Papua. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah berbagai aktivitas ilegal yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat.

“TNI akan bertindak tegas dan terukur terhadap setiap aktivitas yang mengancam keselamatan Masyarakat, terlebih penggunaan senjata yang dapat membahayakan nyawa orang orang tak berdosa, ”tegasnya. (DR)