Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 24 Apr 2025 WIB

BI Kucurkan Rp 80,98 Triliun Untuk Beli SBN, Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global


Dok. Bank Indonesia. Perbesar

Dok. Bank Indonesia.

FaktaID.net – Bank Indonesia (BI) telah mengalokasikan dana sebesar Rp 80,98 triliun hingga 22 April 2025 untuk membeli surat berharga negara (SBN), sebagai bagian dari upaya memperdalam pasar keuangan sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pembelian SBN dilakukan di dua jalur, yakni pasar primer dan pasar sekunder.

Baca Juga :  Ini Tanggapan Muhammadiyah Soal Pengelolaan Tambang Oleh Ormas

“BI melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder untuk memperkuat operasi moneter,” ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar secara virtual pada Rabu, 23 April 2025.

Dari total pembelian tersebut, sebesar Rp 54,98 triliun berasal dari pasar sekunder, sementara Rp 26 triliun dibelanjakan di pasar primer dalam bentuk surat perbendaharaan negara (SPN) dan surat berharga berbasis syariah.

Perry juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong optimalisasi berbagai inovasi instrumen kebijakan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal dan efektivitas transmisi kebijakan.

Baca Juga :  Neraca Perdagangan Indonesia April 2025 Surplus 0,16 Miliar Dolar AS

Sementara itu, aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio tercatat mengalami net inflows senilai US$ 1,6 miliar sejak awal 2025 hingga Maret.

Namun, hingga 21 April, terjadi net outflows mencapai US$ 2,8 miliar akibat ketidakpastian global yang dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat.

Baca Juga :  Banggar DPR RI dan Pemerintah Sepakati Postur APBN 2026, Defisit Rp689,1 Triliun

Meski sempat terjadi tekanan, Perry menyampaikan bahwa arus keluar modal mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, khususnya pada instrumen SBN. Hal ini seiring dengan menguatnya prospek ekonomi dalam negeri dan ketahanan eksternal yang tetap terjaga. (DR)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

21 Februari 2026 - 09:41 WIB

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

20 Februari 2026 - 09:42 WIB

US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

11 Februari 2026 - 10:25 WIB

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

31 Januari 2026 - 08:27 WIB

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

21 Januari 2026 - 06:52 WIB

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

6 Januari 2026 - 07:43 WIB

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen
Trending di Ekonomi