Ekonomi

BI: Rupiah Melemah, Yield SBN Naik Tipis, Aliran Modal Asing Masuk Rp0,12 Triliun

Redaksi
×

BI: Rupiah Melemah, Yield SBN Naik Tipis, Aliran Modal Asing Masuk Rp0,12 Triliun

Sebarkan artikel ini
BI: Rupiah Melemah, Yield SBN Naik Tipis, Aliran Modal Asing Masuk Rp0,12 Triliun
Dok. Ilustrasi/iStock)

FaktaID.net – Bank Indonesia (BI) menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai tukar Rupiah berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan, “Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah, sebagai berikut:”

Perkembangan Nilai Tukar 5 – 9 Mei 2025

Pada akhir perdagangan Kamis, 8 Mei 2025, nilai tukar Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.490 per dolar AS. Sementara itu, yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun ke 6,84%. Di sisi global, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 100,64, sedangkan yield US Treasury Note 10 tahun naik ke 4,379%.

Baca Juga :  PPN 12 Persen Akan Diterapkan Selektif Mulai 2025, Barang Pokok Tetap Bebas PPN

Pada pagi hari Jumat, 9 Mei 2025, Rupiah dibuka melemah di level (bid) Rp16.530 per dolar AS dan yield SBN 10 tahun naik sedikit ke 6,85%.

Aliran Modal Asing dan Premi Risiko

Terkait dengan aliran modal asing, Ramdan menyampaikan, “Premi CDS Indonesia 5 tahun per 8 Mei 2025 sebesar 89,65 bps, turun dibandingkan dengan 2 Mei 2025 sebesar 94,63 bps.”

Selama periode 5 – 8 Mei 2025, BI mencatat nonresiden beli neto sebesar Rp0,12 triliun. Ramdan menyampaikan, “Berdasarkan data transaksi 5 – 8 Mei 2025, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp0,12 triliun, terdiri dari jual neto Rp2,70 triliun di pasar saham dan Rp4,07 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta beli neto Rp6,88 triliun di pasar SBN.”

Baca Juga :  Mentan Amran Serap 40 Ton Cabai Petani Aceh Pascabencana, 15 Ton Dikirim ke Jakarta

Secara kumulatif selama tahun 2025 hingga 8 Mei, nonresiden masih mencatatkan aksi jual di beberapa instrumen.

“Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen s.d. 8 Mei 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp49,38 triliun di pasar saham dan Rp15,80 triliun di SRBI, serta beli neto Rp30,18 triliun di pasar SBN,” jelas Ramdan.

Di akhir penyampaiannya, Ramdan menegaskan komitmen BI dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga :  Cek APBN Hingga 9 Tingkat, Presiden Prabowo Temukan Program Konyol

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.” (DR)