Berita

Presiden Prabowo Bakal Kirim KPK dan Kejagung Bersihkan BUMN

Redaksi
×

Presiden Prabowo Bakal Kirim KPK dan Kejagung Bersihkan BUMN

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Bakal Kirim KPK dan Kejagung Bersihkan BUMN
Dok. Sambutan Presiden Prabowo di acara puncak Munas VI PKS di Hotel Sultan, Jakarta/Foto: BPMI Setpres)

FaktaID.net – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membersihkan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi.

Ia menyebut akan mengirim Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna menindaklanjuti hal tersebut. Pasalnya banyak aset yang dikelola oleh BUMN nilainya lebih dari 1.000 miliar dollar (AS).

Presiden Prabowo menegaskan dirinya akan memerintahkan manajemen untuk segera melakukan pembersihan.

Baca Juga :  TNI Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Jalur Gaza

“Tinggal manajemen saya perintahkan bersihkan itu BUMN. Kadang-kadang, nekat-nekat mereka itu, diberi kepercayaan negara dia kira itu perusahaan nenek moyangnya.” ujarnya saat memberikan pidato pada acara puncak Munas VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9).

Ia juga mengkritik keras perilaku sebagian oknum di perusahaan pelat merah.

“Perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek banget itu. Saya mau kirim Kejaksaan dan KPK untuk ngejar-ngejar itu. Bagaimana saudara, perlu dikejar atau tidak.” kata Presiden.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Minyak Mentah, Kejagung Periksa Eks Direktur Keuangan Pertamina

Presiden menegaskan dirinya memberikan waktu dua hingga tiga tahun agar BUMN bisa bersih-bersih dan menunjukkan hasil nyata.

“Kalau dagang yang biasa harusnya hasilnya itu, yang wajarnya itu 10 persen dari aset. Kalau aset kita 100, harusnya tiap tahun kita dapat 10 persen. Jadi dari 1.000 miliar dollar harusnya negara kita dapat 100 miliar dollar tiap tahun.” ungkapnya

Dengan begitu, kata Prabowo, keuntungan negara seharusnya bisa mencapai Rp 1.600 triliun per tahun.

Baca Juga :  Mental Health Patients Reap Benefits of Psychoanalysis

“Kalau dari 10 persen (tidak bisa), oke deh 5 persen. Harusnya 50 miliar dollar kan, berarti Rp 800 T (triliun), enggak defisit kita.” ungkapnya lagi.

Meski begitu, ia memberikan kelonggaran dengan angka keuntungan minimal 3 persen jika target 5 persen pun tidak bisa tercapai.

“Enggak juga 5 persen, ya udah deh 3 persen, enggak juga. Tapi kita kasih target mereka ini dalam tiga tahun kita tunggu, kita tunggu hasil mereka. Insya Allah akan mencapai yang kita harapkan,” kata Presiden Prabowo. (DR)