FaktaID.net – Indonesia tercatat melakukan ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp7 triliun. Di saat yang sama, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk untuk petani nasional.
Ekspor perdana PT Pupuk Indonesia melalui PT Pupuk Kalimantan Timur yang dilepas mencapai 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar dan menjadi tahap awal kerja sama sebesar 250.000 ton yang ditargetkan meningkat hingga 500.000 ton.
“Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (15/5).
Ia juga menegaskan pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk subsidi dan menambah volume pupuk untuk petani di tengah situasi geopolitik global.
“Disaat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi,” ujar Mentan Amran.
Menurut Mentan Amran, keberhasilan tersebut menunjukkan daya saing industri pupuk nasional semakin kuat dan mulai menarik minat sejumlah negara lain.
“Selain itu Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton dan beberapa negara lain juga berminat yaitu Filipina, Brazil, Bangladesh dan ada beberapa negara lagi,” ungkapnya. (DR)




