Penanganan Karhutla Riau Tuntas dan Baik, Pangdam dan Kapolda Bakal Naik Pangkat

Redaksi
Penanganan Karhutla Riau Tuntas dan Baik, Pangdam dan Kapolda Bakal Naik Pangkat
Dok. Kapolda Riau Bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai/Foto: Polda Riau)

FaktaID.net — Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyiapkan promosi bagi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.

Instruksi itu disampaikan setelah Presiden Prabowo mendengar laporan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Menurutnya, kedua jenderal bintang dua tersebut layak mendapat jabatan baru agar dapat naik pangkat.

“Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Panglima TNI, Kapolri, kita harus begini. Saya bukan apa, saya kalau anda tahu saya kan kalau nggak beres aku juga bicaranya juga ketus ya. Namun kalau bagus saya bicara bagus,” ujar Prabowo, Senin (24/8).

Baca Juga :  Penyidik KPK Periksa Ahok 1,5 Jam Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan LNG

Meski demikian, Prabowo menegaskan promosi tersebut diberikan setelah penanganan karhutla di Riau diselesaikan dengan baik. Berdasarkan data BPBD, sekitar 900 hektare lahan masih terbakar di Riau hingga Senin.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melaporkan, polisi telah menetapkan 36 tersangka dengan total luas lahan terbakar mencapai 806,57 hektare. Polisi menyimpulkan seluruh karhutla di Riau terjadi akibat ulah manusia.

Sekitar 700 dari 800 hektare lahan terbakar pada 2026 berada di area penggunaan lain dan dibuka petani dengan cara dibakar. Sementara sekitar 9 persen terjadi di hutan konversi. Hingga kini, polisi belum menemukan keterlibatan korporasi dalam kasus karhutla di Riau.

Baca Juga :  Polri Bongkar Jaringan Tambang Emas Ilegal, Diduga Diselundupkan ke Dubai

Untuk memperkuat penanganan, TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan membangun 18 sumur bor dengan kedalaman 2-3 meter. Infrastruktur tersebut dinilai efektif karena sebagian besar wilayah Riau mendapat pasokan air dari sungai.

Selain itu, sebanyak 1.390 embung dibangun dengan jarak sekitar 50 meter di lahan seluas 700 hektare. Embung tersebut dapat kembali terisi sekitar tiga jam setelah digunakan karena berada di kawasan gambut.

TNI-Polri juga mendorong perusahaan memenuhi kewajiban dengan membangun 1.988 sekat kanal dan 268 menara pantau. Perusahaan turut diwajibkan memiliki tim reaksi cepat untuk melaporkan dan menangani titik api sejak awal. (DR)