Pemeriksaan awal menemukan sejumlah ketidakpatuhan terhadap SOP, termasuk pengolahan telur yang dilakukan lebih awal pukul 19.30 WIB sebelum dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB. Kondisi kebersihan di beberapa bagian SPPG juga menjadi perhatian.
Namun, temuan tersebut masih dalam proses investigasi dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kejadian.
“Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,” tegas Ketut.
BGN berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, serta Tim Satgas MBG Kabupaten Batang untuk memastikan penanganan penerima manfaat dan investigasi berjalan terpadu.
“Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi BGN. Kami akan memastikan proses penanganannya berjalan sampai tuntas dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Ketut. (DR)




