BNPB Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Siapkan Modifikasi Cuaca

Redaksi
BNPB Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Siapkan Modifikasi Cuaca
Dok. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto.

“Pada wilayah yang terpapar abu vulkanik, untuk menjaga kesehatan pernafasan, lakukan kegiatan di dalam rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, pastikan menggunakan masker,” ujar Menteri Kesehatan.

Tiga kabupaten dilaporkan terdampak aktivitas vulkanik, yakni Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang.

Erupsi juga berdampak pada penerbangan. Hingga Ahad (6/9) pukul 13.00 WIB, enam bandara ditutup sementara, yakni Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung, serta Husein Sastranegara di Bandung.

“Kementerian Perhubungan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan.,” imbaunya

Sementara itu, transportasi laut melalui Selat Sunda masih dapat beroperasi. Kementerian Perhubungan meminta otoritas pelabuhan tetap waspada dan memperbarui informasi keselamatan.

“Masker untuk menjaga kondisi penumpang (kapal laut). Untuk penyeberangan tidak terlalu berdampak namun kondisi terkait keamanan dan keselamatan harus diperhatikan,” pesan Menteri Perhubungan.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. PVMBG menyatakan aktivitas vulkanik masih tinggi dan terus dipantau serta dievaluasi.

PVMBG menetapkan wilayah aman berada di luar radius 3 kilometer dari gunung berdasarkan indikator aktivitas, termasuk morfologi dan jangkauan material vulkanik yang dilontarkan dari puncak gunung. (DR)