Indonesia Dorong Investasi Hijau di Forum Bisnis World Expo 2025 Osaka

Redaksi
Indonesia Dorong Investasi Hijau di Forum Bisnis World Expo 2025 Osaka
Dok. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.

“Forum bisnis ini adalah contoh nyata kerja sama Indonesia dan Jepang, terlebih Indonesia dan Jepang telah menjalin kemitraan strategis komprehensif, yaitu kemitraan yang mencerminkan pendalaman kerja sama di berbagai sektor, seperti ekonomi hijau dan hilirisasi industri,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ditandatangani sejumlah Letter of Intent oleh investor Jepang sebagai wujud komitmen dalam mendorong investasi hijau.

Baca Juga :  Sidak Pasar Gunung Batu, Pj Wali Kota Bogor Terima Keluhan Pedagang

Proyek-proyek yang tercakup antara lain: pembangunan Bogor Tramway oleh Kishu Tetsudo Co., Ltd.; pembangkit listrik tenaga surya terapung oleh TEPCO Renewable Power Inc., Morimitsu Industry Co., Ltd., dan ExBROAD Co., Ltd.; budidaya bandeng terintegrasi oleh Make Moment Production; serta proyek pengelolaan limbah dan bahan bakar RDF oleh Takashima Eisei Co., Ltd.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Imam Soejoedi, menegaskan kembali arah kebijakan pembangunan Indonesia yang mendorong industrialisasi berkelanjutan.

“Indonesia tengah mendorong pembangunan industri berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah. Kami mengajak mitra strategis Jepang untuk ikut serta dalam transformasi ini, khususnya di sektor energi baru terbarukan, pengolahan mineral, dan kawasan industri hijau,” ujarnya.

Baca Juga :  Uang Beredar Februari 2026 Alami Normalisasi ke 8,7%, BI: Ekonomi Tetap Terjaga

Forum berlanjut dengan sesi diskusi panel bertajuk Driving Sustainable Investments: Opportunities and Challenges in Indonesia yang membahas kebijakan investasi hijau, implementasi transaksi mata uang lokal oleh Bank Indonesia, serta peluang strategis pasar nasional.

Antusiasme tinggi dari para investor tergambar dalam sesi business matching usai forum, di mana 35 calon investor bertemu langsung dengan 10 pemilik proyek potensial. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju realisasi investasi asing di Indonesia. (DR)