Hukum  

KPK Tahan Kepala Bea Cukai Kediri, Diduga Terima Rp3,25 Miliar

Redaksi
KPK Tahan Kepala Bea Cukai Kediri, Diduga Terima Rp3,25 Miliar
Dok. Tersangka Dugaan Korupsi Kepabeanan DJBC, Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda.

FaktaID.net — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda, yang menjadi tersangka dalam pengembangan kasus dugaan korupsi terkait kepabeanan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan Gatot diduga menerima uang Rp3,25 miliar dari John Field, pemilik PT Blueray Cargo.

“Dalam kurun Juli 2025 sampai dengan Januari 2026, JF (John Field) selaku Pemilik PT BR (Blueray) diketahui telah menyetorkan uang kepada sejumlah pihak di Bea dan Cukai dengan total mencapai Rp61,9 miliar, di mana senilai Rp3,25 miliar di antaranya diterima oleh GH (Gatot Heroe),” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/8).

Baca Juga :  Polisi Klarifikasi Jumlah Tersangka Kasus Pembunuhan Vina dan Eky

Uang tersebut diduga diterima Gatot saat masih menjabat Kasubdit Penindakan Direktorat P2 Ditjen Bea dan Cukai.

KPK kemudian melakukan penahanan terhadap Gatot selama 20 hari pertama, terhitung sejak 26 Agustus hingga 14 September 2026.

Kasus ini bermula pada Juli 2025 ketika John Field dipanggil Orlando, Kepala Seksi Intelijen DJBC. Dalam pertemuan itu, John menjelaskan kegiatan usaha perusahaannya dan meminta informasi apabila terdapat atensi dari Bea dan Cukai.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Paman Sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan Anak di Bulukumba

Namun, dalam pertemuan tersebut diduga muncul permintaan uang untuk Subdit Penindakan dan Subdit Intelijen.

“Beberapa hari setelahnya, JF (John Field) kembali dipanggil ke kantor pusat Bea dan Cukai untuk menemui RZL (Rizal) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-2026 dan GH (Gatot) selaku Kasubdit Penindakan Direktorat P2 Ditjen Bea dan Cukai terkait Kepabeanan tahun 2025-2026,” jelas Taufik.

Dalam pertemuan berikutnya, John disebut meminta bantuan agar proses kepabeanan atau customs clearance perusahaan miliknya dapat berjalan lancar.