Penanganan di setiap lokasi akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Sawah yang rata tersapu banjir akan dicetak ulang, sementara sawah yang masih bisa diselamatkan akan menerima bantuan benih gratis serta alat pertanian. Menurutnya,
“Jadi kami tanggung jawab ambil alih sampai selesai dan bukan saja di sini, tapi seluruh yang terdampak. Ada yang hanya ditanami, kami kirim benih dan traktor; ada yang seperti ini rusak, kita perbaiki kembali. Semua kita tangani sesuai kondisinya.” ungkap Mentan.
Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian Pertanian akan menggandeng kontraktor lokal dengan sumber pendanaan sepenuhnya dari pemerintah pusat. Pemulihan ditargetkan rampung dalam 1–2 bulan, menyesuaikan ketersediaan alat berat dan kesiapan administrasi daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran turut memastikan bahwa stok beras di wilayah terdampak berada dalam kondisi aman. Pemerintah telah menambah cadangan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan. Ia menegaskan,
“Yang pertama, kami siapkan cadangan beras tiga kali lipat dari kebutuhan. Jadi tidak usah khawatir masalah cadangan beras.”
Melalui kombinasi pemulihan lahan pertanian dan jaminan ketersediaan pangan, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk memastikan proses produksi pertanian di daerah terdampak dapat kembali pulih dalam waktu dekat. (DR)




