Lebih lanjut dijelaskan, sejak Senin, 8 Desember 2025, Bripda Muhammad Rio tidak lagi masuk kantor untuk melaksanakan tugas tanpa keterangan yang jelas. Hingga akhirnya, pada Rabu, 7 Januari 2026, yang bersangkutan secara tiba-tiba mengirimkan pesan WhatsApp kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin.
Dalam pesan tersebut, Rio mengirimkan sejumlah foto dan video yang menunjukkan dirinya telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia. Dokumentasi itu juga memperlihatkan proses pendaftaran hingga informasi mengenai nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang kemudian dikonversi ke rupiah.
Joko menambahkan, sebelum menerima pesan tersebut, pihaknya telah lebih dulu melakukan berbagai upaya pencarian terhadap Rio. Pencarian dilakukan ke rumah orang tua maupun ke rumah pribadi yang bersangkutan. Selain itu, pihak kesatuan juga telah melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali.
“Terkait dengan absennya yang bersangkutan dalam dinas, kami telah melakukan upaya pencarian dan pemanggilan. Bahkan, upaya tersebut telah dilaporkan ke Bidpropam sebelum Satbrimob Polda Aceh menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan Nomor: DPO/01/I/HUK.12.10/2026 tanggal 7 Januari 2026,” jelas Joko.
Saat ini, Polda Aceh mengaku telah mengantongi sejumlah barang bukti terkait keberadaan Bripda Muhammad Rio, mulai dari foto dan video, data paspor, hingga data penumpang pesawat yang diduga digunakan oleh yang bersangkutan. (DR)




