Selain menyoroti bunga kredit, Presiden juga meminta kementerian dan lembaga melakukan reformasi regulasi serta mempercepat proses perizinan usaha. Menurutnya, birokrasi yang berbelit menjadi salah satu hambatan investasi dan kegiatan usaha di Indonesia.
“Semua pejabat dari semua K/L cari jalan untuk perbaiki sistem, kurangi ketidakefisiensi, permudah perizinan, jangan persulit. Pengusaha-pengusaha juga mengeluh, mereka mau bekerja dan mereka mau investasi, tapi kadang-kadang nunggu izin itu 1 tahun, 2 tahun,” tuturnya.
Presiden turut meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membentuk satuan tugas deregulasi untuk menyederhanakan aturan yang dianggap tumpang tindih dan memperlambat investasi.
“Para pengusaha harus dibantu, harus didukung. Yang nakal kita tertibkan, tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja, ya harus dibantu. Banyak investor juga dari luar negeri mengeluh, di Indonesia, sering perizinannya lama sekali dan banyak sekali,” lanjutnya.
Menutup sambutannya, Presiden optimistis kondisi ekonomi nasional akan semakin baik apabila efisiensi dan pembenahan sistem terus dilakukan pemerintah.
“Percaya sebentar lagi, uang kita cukup. Nyatanya hanya dengan alokasi begini-begini kita sudah bisa berbuat banyak dan kita akan berbuat lebih dari ini,” tutupnya. (DR)




