Menurut Presiden, seluruh perlengkapan negara bersumber dari rakyat sehingga kewajiban aparat adalah menjaga dan melindungi masyarakat.
Pesan ketiga, Presiden meminta Polri menegakkan hukum secara adil dan berani. “Tegakkan hukum dengan adil, beranilah membela yang benar, beranilah melindungi yang lemah, jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan yang Maha Esa,” katanya.
Pesan keempat, Prabowo mendorong peningkatan profesionalisme aparat.
“Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas dan yang handal,” ujarnya.
Pesan kelima, Presiden menekankan penguatan sinergi lintas sektor. “Polri tidak bisa bekerja sendiri, harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah, bersama semua institusi pemerintah, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, bersama akademisi,” tutur Prabowo.
Ia juga menambahkan pentingnya kolaborasi dengan media, pengusaha, petani, nelayan, buruh, dan seluruh rakyat Indonesia.
Pesan keenam, Presiden mengingatkan agar Polri terus berbenah dan rendah hati. “Jangan pernah berhenti memperbaiki diri, jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk,” katanya.
Ia menutup dengan penegasan bahwa institusi besar adalah institusi yang mau mendengar, berani berubah, dan dicintai rakyat karena selalu rendah hati. (DR)




