“Hari ini saya bangga hadir di sini. Hari ini hari yang saya tunggu-tunggu. Dari sejak saya belum dilantik jadi Presiden kepada tim inti saya, tim penasihat saya, selalu saya tekankan harus swasembada pangan, harus swasembada energi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Presiden menyoroti melimpahnya sumber daya energi yang dimiliki Indonesia, mulai dari panas bumi, batu bara, hingga gas alam. Pemerintah, lanjutnya, juga terus mengembangkan pemanfaatan compressed natural gas (CNG) sebagai salah satu sumber energi alternatif.
“CNG kita sangat banyak, sangat-sangat banyak. Di Jawa Tengah, penggunaan CNG sudah sangat banyak dan akan kita teruskan, dan CNG ada di seluruh Indonesia. Dan juga sekarang diketemukan teknologi untuk membuat gas dari batu bara yang sangat dalam di bawah tanah yang belum termanfaatkan,” jelas Presiden.
Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan kemandirian energi nasional. Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah implementasi program mandatori Biodiesel B50 yang dinilai mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
“Saya dorong, saya menuntut dari tim saya kemandirian energi. B40 tidak cukup. Bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya, Pak, dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri. Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa,” tandasnya.
Peluncuran Biodiesel B50 menjadi penanda penting dalam perjalanan transformasi energi nasional. Selain menunjukkan kemajuan teknologi di sektor energi, program tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan bangsa melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal demi kesejahteraan masyarakat. (DR)




