“Inilah wujud ekonomi konstitusional. Negara hadir bukan untuk segelintir kelompok, tetapi memastikan rakyat menjadi pelaku utama dan penerima manfaat utama pembangunan. Itu selalu arahan Bapak Presiden kepada kami,” ujarnya.
Presiden Prabowo menilai langkah tersebut menjadi capaian penting karena pemerintah mampu meresmikan lebih dari seribu koperasi lengkap dengan fasilitas operasionalnya dalam waktu singkat.
“Hari ini adalah hari yang penting, adalah tonggak bersejarah. Saya kira kalau dicari di negara-negara lain pun, apalagi di sejarah bangsa kita, kalau kita cari ada suatu negara, suatu pemerintahan yang meresmikan operasionalisasi seribu lebih koperasi secara fisik, gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada, ada truk, ada pickup, ada kendaraan tiga roda, saya kira hari ini cukup penting,” ujar Presiden.
Kepala Negara juga menyoroti percepatan pembangunan program tersebut yang disebut berhasil diwujudkan kurang dari satu tahun sejak konsep awal dirancang. Ia menyebut pembangunan fisik koperasi baru dimulai sekitar November 2025, namun dalam kurun sekitar tujuh bulan pemerintah berhasil mengoperasionalkan ribuan koperasi.
“Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi. Tetapi, tadi dilaporkan oleh Menko Pangan, secara fisik yang sudah siap adalah lebih dari 9.000, 9.000 gedung, 9.000 gudang, 9.000 sistem. Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia,” ungkap Presiden Prabowo. (DR)




