“APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat. Alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa. Alat untuk memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera, dan sebagai alat untuk menjadi pedoman perjalanan kita ke depan. Dengan kesadaran itu, APBN kita susun sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita mulia yang telah diamanatkan dalam Undang Undang Dasar kita, Undang Undang Dasar Tahun 1945,” ujar Kepala Negara.
Presiden Prabowo juga menyoroti kondisi global yang saat ini diwarnai ketegangan geopolitik dan geoekonomi dunia. Menurutnya, situasi internasional turut berdampak pada kondisi ekonomi nasional sehingga pemerintah perlu menjaga optimisme dan stabilitas ekonomi dalam negeri.
“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” imbuh Presiden Prabowo.
Selain itu, pemerintah disebut terus berkomitmen menjaga kesinambungan pembangunan nasional melalui kebijakan fiskal yang sehat, tepat sasaran, dan mendukung berbagai prioritas nasional, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Sidang paripurna tersebut turut dihadiri para pimpinan lembaga negara, menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan partai politik, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan. (DR)




