“Jangan punya kesetiaan sempit. Negara kita besar, banyak suku, banyak agama, banyak ras, banyak kelompok etnis. Semua satu keluarga. Semua suku adalah saudaramu. Semua agama adalah saudaramu. Semua ras adalah saudaramu. Semua kelompok etnis adalah saudaramu,” ucapnya.
Presiden juga mengingatkan agar para lulusan IPDN tetap berpegang teguh pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ia menilai konstitusi tersebut merupakan wujud cita-cita para pendiri bangsa yang diperjuangkan melalui pengorbanan panjang dalam merebut kemerdekaan.
“Undang-Undang Dasar negara kita, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, itu adalah murni suara kemerdekaan, murni suara cita-cita pendiri bangsa kita. Jangan pernah hianati pendiri-pendiri bangsa kita,” katanya.
Menutup amanatnya, Presiden Prabowo berharap seluruh Pamong Praja Muda mampu menjaga nama baik keluarga maupun almamater serta menjadi aparatur yang profesional dan membanggakan bangsa melalui dedikasi dalam melayani masyarakat.
“Selamat berjuang. Semoga Tuhan yang Maha Esa, Tuhan yang Maha Kuasa, senantiasa memberi kekuatan, petunjuk, dan perlindungan kepada kalian semua di manapun kalian bertugas dan mengabdi. Dan tentunya semoga Tuhan yang Maha Esa selalu bersama kita. Indonesia menanti pengabdianmu,” tandasnya. (DR)




