FaktaID.net – Kepolisian Daerah Jawa Timur terus meningkatkan intensitas patroli kewilayahan guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan di Gedung Humas Polda Jatim pada Ahad (11/5).
Melalui pelaksanaan Operasi Pekat II Semeru 2025, seluruh jajaran Polda Jatim berkomitmen untuk menjaga wilayahnya tetap bersih dari aksi kriminalitas jalanan serta premanisme, termasuk yang berkedok organisasi masyarakat.
Operasi ini difokuskan pada penindakan terhadap aktivitas premanisme yang kian meresahkan masyarakat dan dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan serta iklim investasi nasional.
Dalam pandangan akademis, Kombes Pol Abast menjelaskan bahwa premanisme merupakan bentuk kriminalitas yang terorganisir dan berpotensi berkembang menjadi bentuk kejahatan yang lebih kompleks jika tidak segera ditindak.
“Itu sebabya, Polda Jatim bersama seluruh satuan wilayah dalam hal ini Polres jajaran melakukan pendekatan melalui deteksi dini, tindakan preemtif, hingga represif,” kata Kombes Pol Abast.
Selama 10 hari pelaksanaan Operasi Pekat, sejak Kamis (1/5) hingga Sabtu (10/5), Satgas terpadu Polda Jatim berhasil mengungkap 1.198 kasus dan mengamankan sebanyak 1.475 tersangka yang terlibat dalam berbagai aksi premanisme.
Rincian dari hasil operasi tersebut mencakup 118 kasus target operasi (TO) dengan 177 tersangka, 158 kasus non-TO dengan 201 tersangka, serta 922 kasus pembinaan dan tindak pidana ringan (Tipiring) yang melibatkan 1.097 pelaku.




