Hukum  

TNI AL Amankan Kapal Pengangkut 11 Ribu Ton Nikel di Teluk Weda

Redaksi
TNI AL Amankan Kapal Pengangkut 11 Ribu Ton Nikel di Teluk Weda
Dok. TNI AL Melalui Unsur KRI Hampala-880 Amankan Kapal Pengangkut Nikel di Teluk Weda/Foto: TNI AL)

FaktaID.net – TNI Angkatan Laut melalui unsur Satuan Kapal Patroli, KRI Hampala-880, mengamankan rangkaian kapal Tug Boat (TB) Entebe Star 29 dan Tongkang (TK) Finacia 61 yang mengangkut muatan nikel dalam jumlah besar di perairan Teluk Weda, Maluku Utara, pada Selasa (10/2).

Penindakan dilakukan saat KRI Hampala-880 tengah melaksanakan patroli rutin di wilayah tersebut. Kapal berbendera Indonesia itu diketahui sedang berlayar menuju Weda dengan membawa muatan Nickel Ore sebanyak 11.007,50 WMT.

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan prajurit TNI AL terhadap kapal yang dinakhodai “S” bersama 10 anak buah kapal (ABK), ditemukan sejumlah dugaan pelanggaran serius, mulai dari administrasi pelayaran hingga indikasi tindak pidana di sektor pertambangan.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas dan Gus Alex Tersangka Korupsi Kuota Haji 2023–2024

Pelanggaran administratif yang teridentifikasi antara lain ketidaksesuaian Surat Izin Trayek dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Dermaga muat (jetty) yang digunakan disebut tidak tercantum dalam Rencana Pola Trayek (RPT).

Tak hanya itu, petugas juga menemukan ketidaksinkronan antara data awak kapal dengan daftar Crew List dan Sijil. Bahkan, lima perwira kapal diketahui menjabat tanpa memiliki sertifikat keahlian yang sesuai dengan Dokumen Keselamatan Pengawak Minimum.

Untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, KRI Hampala-880 melaksanakan prosedur Ad Hoc dengan mengawal TB Entebe Star 29 dan TK Finacia 61 menuju Posal Weda. Jarak lokasi penindakan ke Posal Weda diperkirakan sekitar 60 nautical miles.

Baca Juga :  Satreskrim Polresta Bogor Kota Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Tiga Pelaku Diringkus

Langkah pengamanan ini merupakan bagian dari arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar jajaran TNI AL terus memperketat pengawasan terhadap komoditas strategis nasional. Pengawasan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh aktivitas di laut berjalan sesuai ketentuan serta mencegah potensi kerugian negara. (DR)